Blockchain, Teknologi fenomenal di balik mata uang crypto

Blockchain merupakan mahakarya di balik jaringan tak terpusat yang menopang banyak layanan revolusioner dari segala sektor dan populer saat ini. Penciptanya layak di berikan penghargaan atas kerja kerasnya.

Siapa orang itu? menurut berbagai sumber orang itu adalah Satoshi Nakamoto sang pencipta Bitcoin yang sekaligus memperkenalkan teknologi Blockchain untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Banyak pula yang beranggapan bahwa Satoshi Nakamoto adalah nama samaran seseorang atau komunitas di balik terciptanya Bitcoin karena tak seorangpun pernah bertemu dengannya dan sang maestropun tidak pernah tampil di publik, namun siapapun dia saat ini kita sudah melihat fungsinya semakin jelas untuk membantu memecahkan masalah sentralisasi.

Jadi, Apa itu Blockchain?

Blockchain adalah jenis teknologi buku besar terdistribusi atau biasa di kenal dengan DLT (Distributed Ledger Technology), yang menurut Don Tapscott, “Blockchain adalah buku besar digital transaksi ekonomi yang tidak dapat rusak yang dapat diprogram untuk mencatat tidak hanya transaksi keuangan tetapi juga hampir semua nilai.”

Robin Chauhan, di Blog Medium-nya, menawarkan interpretasi menarik lainnya dari blockchain:

ā€œBlockchain adalah catatan transaksi, menyebar di internet karena semakin banyak orang menggunakan cryptocurrency. Demikian pula, DNA adalah catatan transaksi dan mutasi genetik yang menyebar saat kehidupan berkembang di seluruh bumi. Keduanya menjadi lebih rumit seiring waktu karena DNA kami berkembang dan blok baru ditambahkan ke blockchain.

Setiap blockchain (Bitcoin, Ether, Ripple) seperti spesies yang berbeda (manusia, simpanse, dll.). Blockchain juga dapat bercabang (seperti dengan Bitcoin Cash) untuk membuat mata uang yang bersaing dengan cara yang sama seperti dua spesies berbeda dapat berbagi nenek moyang yang sama.

Dalam hal transaksi, mereka diatur ke dalam serangkaian blok, yang merupakan blockchain. Blok baru dibuat setelah diverifikasi. Itu berarti transaksi terenkripsi Anda ditambahkan ke blockchain.

Untuk setiap transaksi yang di lakukan maka di perlukan bukti, Saat ini setiap Blockchain memiliki bererapa algoritma berbeda di dalam operasional traksaksinya nya. Sebagai contoh untuk Bitcoin menggunakan algoritma POW (Prove Of Work), Dalam POW, penambang Bitcoin mendapatkan imbalan untuk memproses transaksi oleh pengguna.

Struktur Blockchain Bitcoin

Saat ini sangat banyak jenis Blockchain yang sudah beroperasional atau sedang di kembangkan. Setiap blockchain memiliki konsep pemecahan masalah yang berbeda melalui inovasi teknologi yang dikembangkan. Bahkan saat ini sedang di kembangkan konektivitas antar Blockchain yang di sebut dengan Cross-Chain, salah satu project yang menjanjikan datang dari Polkadot.

Dengan cross-chain perluasan jangkauan layanan dari blockchain semakin jauh dan di harapkan akan dengan cepat untuk segera di adopsi hingga ke segala sektor. Sekian artikel pengenalan singkat tentang blockchain, jika ada yang kurang bisa di tuliskan pada kolom komentar, Terima kasih.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *